Akhirnya turnamen Dota 2 Shanghai Major telah berakhir pada hari Minggu, 6 Maret 2016 kemarin. Secret yang terdiri dari Puppey, EternalEnvy, w33haa, pieliedie, dan Misery berhasil menyabet gelar juara atas Liquid sekaligus membawa pulang US$1,1 juta (sekitar Rp14,3 miliar).
Begitu banyak momen seru dan menegangkan yang terjadi pada dua hari final Shanghai Major selama akhir pekan kemarin. Bagi kamu yang tidak sempat menontonnya, berikut ini adalah tiga video yang benar-benar menunjukkan kemampuan tinggat tinggi dari para pemain Dota 2 terbaik di seluruh dunia.
Comeback is Real! Game 2 Secret vs. Liquid pada Final Winner Bracket
Saya benar-benar kagum pada kegigihan yang diperlihatkan oleh Team Secret dalam gameini. Kamu dapat melihat di tengah permainan, Liquid berhasil menerapkan strategi push mereka dan mengklaim dua set barak milik Secret.
Namun, Puppey dan kawan-kawan belum menyerah. Mereka yakin bahwa potensi late gamedalam draft mereka jauh lebih tinggi dari Liquid. Pada menit ke-36, terjadi pertarungan sengit di depan pit Roshan yang menjadi titik balik bagi Team Secret. Memanfaatkan momentum, EternalEnvy memutuskan untuk membuat Divine Rapier dan membawa Secret menuju kemenangan.
Penyelamatan Luar Biasa oleh Secret.w33haa – Game 1 Liquid vs. Secret pada Grand Final
Game pertama grand final didominasi oleh Secret yang fokus pada pilihan hero dengan kemampuan disable untuk melakukan gank. Strategi mereka berhasil, dan Liquid butuh sesuatu untuk mampu kembali dalam permainan.
Pada menit ke-17, Liquid memutuskan untuk melakukan smoke gank terhadap EternalEnvy. MinD_Control membuka dengan Chronosphere, FATA mengikuti dengan Sun Strike, dan Matumbaman mengakhirinya dengan Reaper’s Scythe. Namun, di tengah animasi Reaper’s Scythe, w33haa berhasil menganulir damage yang diberikan oleh ultimate Necrophos tersebut dengan Astral Imprisonment.
Dominasi Secret.w33haa Invoker – Game 3 Secret vs. Liquid pada Grand Final
Pada game ketiga, kedua tim bertanding dengan sengit. Baik Secret maupun Liquid berusaha sekuat mereka untuk merebut kemenangan kedua di babak grand final ini. Liquid memilih draft dua core dengan damage area yang besar, yaitu Tiny dan Outworld Devourer, sedangkan Secret mengonternya dengan Clinkz dan Disruptor.
Namun, yang menjadi pemain kunci di sini adalah w33haa. Ia mampu menempatkan posisinya di setiap clash dengan sempurna dan mengontrol hero inti Liquid berkali-kali dengan Ice Wall dan Deafening Blast. Dalam video di atas, kamu harus selalu fokus pada pergerakan dan setiap aksi yang dilakukan oleh w33haa.
Melihat tiga video di atas, kamu pasti sependapat bahwa Secret memang pantas menjadi juara Shanghai Major. Secret akan kembali berhadapan dengan Liquid dalam ESL One Manilayang akan berlangsung pada tanggal 22-24 April 2016. Mampukah Liquid membalaskan dendam kekalahan mereka?
0 Responses so far.
Posting Komentar